Penyusunan Karya Ilmiah - B. Indonesia
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT penulis panjatkan atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya yang
telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah "Penyusunan Karya Ilmiah" ini.
Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan terutama bagi penulis, mahasiswa dan pembaca pada umumnya. Makalah "Penyusunan Karya
Ilmiah" ini terdiri dari
3 pembahasan, yaitu tentang pengertian, ciri, jenis, sistematika, dan juga langkah-langkah dalam penulisan karya ilmiah.
Penulis menyadari betul bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna, terutama dari
segi tatakalimat dan bahasanya. Untuk itu kritik dan saran yang membangun (konstruktif) dari semua pihak sangat diharapkan untuk
kesempurnaan isi makalah ini. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Lamongan, 4 Mei 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................. ii DAFTAR ISI ............................................................................................................................. iii BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................
1
B. Rumusan masalah ......................................................................................................
1
C. Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
............................................................................................................. 3
A. Pengertian Karya Ilmiah ............................................................................................. 3
B. Ciri Karya Ilmiah .......................................................................................................... 3
C. Jenis Karya Ilmiah........................................................................................................5
D. Sistematika Karya Ilmiah.............................................................................................6
E. Langkah
Menulis Karya Ilmiah....................................................................................8
F. Bahasa Karya Ilmiah...................................................................................................10
G. Contoh Karya Ilmiah..................................................................................................11
BAB III PENUTUP ...................................................................................................................13
Kesimpulan ............................................................................................................................13
Saran.......................................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karya ilmiah merupakan hasil tulisan yang menuruti suatu aturan tertentu. Aturan tersebut biasanya merupakan suatu persyaratan tata tulis yang
telah dibakukan oleh masyarakat akademik. Secara umum, proses penulisan karya ilmiah dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu : tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap perbaikan.
Sebagai hasil penelitian atau kegiatan ilmiah setiap karangan ilmiah mengandung komponen adanya masalah yang menjadi topik karangan ilmiah itu. Adanya
tujuan penelitian, metode penelitian, teori yang
dianut, objek penelitian, instrumen yang digunakan, dan adanya hasil penelitian yang diperoleh. Setelah kaidah ditemukan dan dirumuskan, kegiatan penelitian harus
diwujudkan dalam bentuk laporan. Hal ini
dimaksudkan karena sasaran akhir penelitian adalah mengkomunikasikan hasil penelitian pada khalayak terkait.
Oleh karena itu, menulis laporan merupakan tahap akhir yang penting dalam penelitian, karena menulis laporan merupakan
proses komunikasi yang membutuhkan
adanya pengertian yang sama antara penulis dan pembaca.
Jadi, dapat disimpulkan belajar
menulis karya ilmiah itu sangat penting. Supaya di setiap proses dan tahapannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, pentingnya belajar menulis karya ilmiah
juga
dapat memperjelas sasaran atau tujuan dilaksanakannya penelitian sehingga dalam pembahasannya dapat disampaikan secara tepat dan mudah dipahami oleh pembaca. Sehingga kami membuat makalah penulisan karya ilmiah ini sebagai bahan pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian karya ilmiah?
2. Apa ciri-ciri karya ilmiah?
3. Apa jenis karya ilmiah?
4. Apa sistematika karya ilmiah?
5. Bagaimana langkah menulis karya ilmiah?
6. Bagaimana bahasa karya ilmiah?
7. Apa contoh karya ilmiah?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian karya ilmiah
2. Mengetahui ciri karya ilmiah
3. Mengetahui jenis dan sistematika karya ilmiah
4. Mengetahui langkah menulis karya ilmiah
5. Mengetahui bahasa karya ilmiah
6. Mengetahui contoh karya ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karya Ilmiah
Pengertian dari Karya Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Biasanya Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan sistematis.
Ada berbagai jenis karya
ilmiah, antara lain
laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan
artikel
jurnal
yang pada dasarnya kesemuanya itu
merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan.
Data, simpulan, dan informasi lain yang
terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan
acuan bagi
ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
B. Ciri Karya Ilmiah
Hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya, yaitu meliputi :
1. Reproduktif
Artinya karya ilmiah ditulis oleh
peneliti atau penulis harus diterima dan
dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang
ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.
2.Tidak Ambigu
Ciri
ini
ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan
begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.
3. Tidak Emotif
Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya
ilmiah harus memaparkan fakta
yang didapatkan dari
hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.
4. Menggunakan Bahasa Bak
Menggunakan bahasa baku agar
mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan karya ilmiah hanya akan
membuat pembacanya bingung dan
apa yang
ingin disampaikan dalam tulisan tidak dipahami pembaca.
5. Menggunakan Kaidah Keilmuan
Penulisan karya
ilmiah harus menggunakan kaidah
keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti
atau
penulisnya memiliki
kapabilitas pada bidang kajian yang
dibahas dalam karya
ilmiah. Penggunaan kaidah
atau
istilah ilmiah itu juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.
6. Bersifat Dekoratif
Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata
yang memiliki satu makna. Rasional artinya
penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari
penelitian yang dilakukan oleh penulis
tanpa membingungkan.
7. Terdapat Kohesi
Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar
bagian dan
babnya dan bersifat straight forward
maksudnya ialah tidak bertele-tele atau
tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus
memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan
apa yang ingin disampaikan.
8. Bersifat Objektif
Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat
berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah
harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.
9. Menggunakan Kalimat Efektif
Penulisan karya ilmiah harus
menggunakan
kalimat efektif. Ciri
ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan
penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang
berputar-putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung.
C. Jenis Karya Ilmiah
1. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah juga masuk ke dalam kategori karya tulis yang sifatnya ilmiah, sesuai dengan namanya. Artikel ini sendiri merupakan tulisan yang berisi tentang opini dari penulisnya, yang didasarkan pada suatu peristiwa.
2. Makalah
Jenis yang kedua adalah makalah, dan
sama seperti artikel ilmiah karya
tulis satu ini
juga jamak
dijumpai. Makalah sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah karya tulis yang isinya mengulas mengenai data di lapangan yang sifatnya empiris.
3. Tesis
Tesis merupakan salah satu karya ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa di program Magisters atau S2. Sifatnya wajib, karena akan menjadi penentu apakah mahasiswa tersebut akan lulus kuliah atau sebaliknya. Tesis sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah karya ilmiah yang di dalamnya menguak suatu pengetahuan baru secara empiris sekaligus teoritis.
4. Skripsi
Jika tesis merupakan karya tulis ilmiah yang ditujukan untuk mahasiswa Magister atau S2. Maka untuk mahasiswa S1 wajib menulis atau menyusun skripsi yang juga didasarkan pada hasil penelitian. Skripsi sendiri memiliki definisi sebagai karya ilmiah yang ditulis berdasarkan penelitian yang memiliki ruang lingkup lebih kecil. Namun diharapkan bahkan diwajibkan untuk mampu membahas secara tajam dan mendalam.
5. Disertasi
Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan doktoral yakni S3 maka untuk mendapatkan status kelulusan dan memperoleh gelar Doktor. Wajib menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah bertajuk disertasi. Disertasi adalah merupakan karya tulis yang disusun dari temuan original dari penulis melalui kegiatan penelitian. Bisa juga diartikan sebagai karya ilmiah yang memaparkan temuan penulis dari suatu pendapat yang kemudian dibuktikan secara ilmiah.
6. Paper
Paper menjadi salah satu jenis karya tulis ilmiah yang juga sangat populer di
kalangan mahasiswa. Selain makalah, dosen sering memberi tugas dalam bentuk paper. Meskipun masuk karya ilmiah namun penyusunan data dan fakta didalamnya tidak terikat oleh bab dan sub bab. Isinya pun biasanya sedikit dan hanya terdiri dari beberapa lembar saja.
7. Kertas Kerja
Kertas kerja juga
termasuk jenis karya
tulis ilmiah yang mirip dengan makalah, namun isinya memaparkan suatu hal melalui analisis yang lebih mendalam. Istilah lain untuk menyebut karya tulis ini adalah work paper.
D. Sistematika Karya Ilmiah
Bab I Pendahuluan
1.Latar belakang masalah
Uraian singkat, jelas dan logis dari suatu kegiatan ilmiah untuk menjelaskan alasan teoritik serta faktual
mengapa permasalahan tersebut perlu dijawab melalui kegiatan penelitian.
2.Rumusan masalah
Pertanyaan kritis atau argumentasi yang fleksibel yang
diambil
intinya
dari pernyataan
umum dari
masalah peneltian, sebagaimana tercantum dalam latar belakang masalah. Rumusan masalah selalu dibuat dalam bentuk pertanyaan yang dapat dioperasikan dalam suatu penelitian.
3.Tujuan penelitian
Adalah uraiuan singkat serta jelas tentang tujuan
apa yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut.
4.Manfaat penelitian
Uraian tentang
hasil karya ilmiah apa saja yang
diunggulkan dan dapat disumbangkan dari hasil penelitian.
Bab II Kerangka teori
1.Landasan teori
Adalah seperangkat konsep batasan dan
proposisi yang dapat menyajikan suatu pandangan sistematis, tentang fenomena dalam penelitian dengan merinci hubungan antar
variabel
yang bertujuan menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.
2.Hipotesis penelitian
Adalah kesimpulan sementara kerangka pemikiran seorang peneliti.
Bab III Metode penelitian
1. Jenis penelitian
a. Dari tujuan
dasarnya
b. Dari tempat pelaksanaan penelitian c. Dari tujuan
umumnya
d. Dari sifat2 masalahnya
e. Dari ruang
lingkup pengujiannya
2. Definisi konsep dan Operasional Variabel
Definisi konsep adalah konseptual tentang
variable penelitian sedangkan definisi operasional variabel yang berisi penjelasan secara sistematik dan operasional tentang bagaimana mengukur variabel penelitian.
3. Populasi dan sampel penelitian
Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian yang
akan
diteliti sedangkan sampel adalah
sebagian subjek penelitian yang dijadikan penelitian.
4. Jenis, sumber dan teori pengumpulan data
Uraian lengkap dan jelas tentang jenis data yang digunakan dalam penelitian, serta bagaimana cara mengumpulkan data tersebut.
5. Teknik analisis/pengujian data
Penjelasan tentang
bagaimana caranya pengolahan serta penganalisisan data penelitian dilakukan.
Bab IV Pembahasan penelitian
1. Gambaran umum
objek peneltian
Uraian secara umum objek
penelitian yang akan diteliti.
2. Deskripsi hasil penelitian
Uraian hasil penelitian berdasarkan hasil data yang diperoleh dari lapangan.
3. Pengujian hipotesis
Uraian pemaparan data yang diperoleh dari
lapangan penelitian untuk menguji apakah
data
yang
didapat itu mendukung
hipotesis yang ada atau tidak. Jika mendukung berarti diterima jika tidak berarti
sebaliknya.
4. Interpelasi hasil pengujian hipotesis
Bab V Penutup
1. Daftar pustaka
·
Kesimpulan
·
Saran
2. Lampiran
E. Langkah
Menulis Karya Ilmiah
1.Menentukan masalah atau topik
Yaitu dengan dengan cara
memilih secara teliti panduan pertanyaan.
2.Pengumpulan Informasi
Prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:
-Evaluasi instrumen, untuk mendapatkan data yang lebuh akurat dan konsisten.
-Evaluasi terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
-Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis
ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.
-Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian kembali informasi yang telah dicatat.
3.Survei Lapangan
Melakukan pengamatan atas obyek yang
diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan
karya ilmiah.
4.Membangun Bibliografi
Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang
telah diterbitkan, yang
tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki.
5.Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari
obyek
penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda
mengamati obyek penelitian
6.Menyusun Rancangan Penelitian
Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga
dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
7. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk
percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek penelitian.
8. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan
atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda
melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan
tersebut.
9. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang
sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang
terjadi pada saat pengamatan. Di
langkah inilah Anda
mencoba untuk meneliti dan
memperkirakan apa
yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
10. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Merumuskan
kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data.
F. Bahasa Karya Ilmiah
Ragam bahasa ilmiah
yang digunakan dalam karya tulis ilmiah
harus mengikuti kaidah
tata bahasa Indonesia dan pedoman ejaan
bahasa Indonesia yang disempurnakan. Tujuan
dalam penulisan ini adalah mendeskripsikan ciri-ciri bahasa ilmiah dalam karya tulis ilmiah, khususnya artikel
ilmiah, serta melihat implementasi penggunaan
tata bahasa Indonesia dalam atikel ilmiah.
Analisis penggunaan tata bahasa dalam artikel ilmiah pada tulisan ini dilakukan
dengan analisis pustaka. Sebagai alat bantu
untuk mendeskripsikan bahasa ilmiah, digunakan kaidah tata bahasa Indonesia sesuai dengan aturan berbahasa yang ditetapkan oleh Pusat Bahasa Indonesia, yaitu Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dan
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Standar berbahasa yang
perlu diperhatikan dalam ragam bahasa ini meliputi pemilihan kata yang tepat, kalimat
efektif, kepaduan paragraf, dan pedoman penulisan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dalam artikel ilmiah, masih dapat ditemui
penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan standar aturan berbahasa Indonesia.
Ragam bahasa karya ilmiah diantaranya sebagai berikut :
1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku. Penulisannya disesuaikan dengan EYD.
2. Menggunakan istilah-istilah ilmiah yang relevan dengan bahasan karya ilmiah.
3. Memilih kalimat
yang efektif, sehingga dapat menyampaikan gagasan secara singkat dan jelas.
4. Hubungan setiap masalah, penyelesaian, pencegahan
dan
sebagainya saling berkesinambungan.
5. Hindari berbahasa ambigu atau
memiliki pengertian lain sehingga sulit
dipahami.
6. Menggunakan kalimat pasif dari kalimat
aktif.
7. Konsisten terhadap tema yang dibahas, juga dengan hal yang
dituliskan dari awal hingga
akhir.
G. Contoh Karya Ilmiah
"Bahaya Internet Bagi Remaja" BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
Internet saat ini sudah sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Memang internet cukup membantu dalam menyelesaikan banyak pekerjaan. Akan
tetapi ternyata internet pun tidak
terlepas dari
hal-hal negatif yang dapat berdampak buruk. Apalagi usia remaja merupakan saat-saat labil sehingga masih sering terseret arus. Untuk itu penelitian mengenai bahaya internet bagi remaja penting untuk dilakukan.
2. Rumusan Masalah
Bagaimana bahaya internet bagi remaja?
3. Tujuan Penelitian
Dapat menjelaskan bahaya internet bagi remaja
BAB II Pembahasan
Bahaya Internet Bagi Remaja
Internet di kalangan remaja saat ini nampaknya
sudah menjadi kebutuhan pokok. Akan tetapi tidak semua remaja memanfaatkan internet dengan benar. Ada banyak remaja yang cenderung menyalahgunakan internet sehingga berdampak buruk
bagi dirinya dan lingkungannya.
Berdasarkan riset yang mendalam, terdapat beberapa
bahaya dari penyalahgunaan internet di kalangan remaja, yaitu Perilaku
bullying melalui sosial media, mudahnya mengakses
konten pornografi yang berakibat pada perilaku
kejahatan seksual, dan maraknya kasus penculikan di kalangan remaja setelah berkenalan melalui sosial media.
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Internet memang sangat membantu dalam kehidupan, akan tetapi ia tetap memiliki kekurangan. Karena itu orang
tua
memiliki peran yang
sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya. Sehingga para remaja dapat membentengi diri dari hal-hal negatif dalam penggunaan internet.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Secara keseluruhan cara penulisan karya ilmiah yang
baik sudah ditentukan, yaitu sesuai dengan tata bahasa (EYD) dan tata tulis yang disepakati oleh
masyarakat akademik. Adapun
yang masuk kedalam penelitian meliputi masalah penelitian, tujuan, metode, kajian teori, objek data variabel dan
hasil penelitian. Kemudian cara
– cara penulisan karya ilmiah yang baik adalah:
– Objektif
– Pola berfikir deduktif – induktif
– Sistematika
Tata cara
penulisan karya ilmiah mencakup : penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka.
Adapun bentuk – bentuk
karya ilmiah meliputi :
– Karya tulis
– Makalah
– Skripsi
– Tesis
– Disertasi
– Laporan hasil peneliti
SARAN
Kami membuat makalah ini untuk pembelajaran bersama. Kami mengambil dari berbagai sumber, jadi apabila pembaca menemukan kesalahan dan
kekurangan, maka kami sarankan untuk
mencari referensi yang
lebih baik. Apabila
pembaca merasa ada kekurangan dapat membaca buku yang menjadi referensi secara lengkap
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul, 2011,RagamBahasaIlmiah, Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf, Gorys, 2004, Komposisi: SebuahPengantarKemahiranBahasa,Ende: Nusa Indah, Cetakan XIII.
Jauhari , Heri.2010.“PedomanPenulisanKaryaIlmiah”. Bandung:
CV Pustaka Setia
Sundari, Ida, dkk. 2012. “PedomanPenulisanKaryaIlmiah”. Jakarta: Sekolah Tinggi
Bahasa Asing (STBA LIA)
Komentar
Posting Komentar